Categories
Uncategorized

Sistem Informasi Manajemen

Nama : Meliya Alfiatul Rohma

NIM : 1803036027

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Strategi Lima Kekuatan Kompetitif (Strategy Five competitive forces) :

1.Traditional competitors

Pada bagian ini akan ditelaah seberapa kuat persaingan di pasar dengan mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada dan apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasinya. Persaingan akan kuat dan tinggi bila banyak pesaing di sekitar dengan produk atau jasa yang serupa. Biasanya hal ini terjadi ketika industri sedang tumbuh dan konsumen dapat dengan mudah beralih ke penawaran pesaing dengan biaya rendah untuk mendapatkan suatu produk. Jumlah pesaing yang banyak akan menurunkan kekuatan perusahaan. Ini sangat berbanding terbalik bila jumlah pesaing dalam suatu pasar atau industri cukup jarang Kekuatan perusahaan pun akan semakin tinggi.

contoh: adidas dan nike brand yang sama sama mengeluarkan penjualan pakaian dan peralatan olahraga. Meski demikian, mereka memiliki masing masing keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen.

2.New market entrants

Bagian ini menjelaskan tentang seberapa sulit bagi pendatang baru atau new entrants untuk memasuki suatu pasar atau industri. Kekuatan perusahaan juga dipengaruhi oleh kekuatan pendatang baru. Kekuatan-kekuatan tersebut dipengaruhi oleh hambatan berupa biaya masuk, regulasi, kondisi ekonomi, hak paten, dan lainnya yang ada di sekitar. Bila hambatan bagi pendatang baru untuk memasuki pasar atau industri cukup banyak, kekuatan pendatang baru akan lemah dan kekuatan perusahaan akan kuat. Sedangkan ketika hambatan bagi pendatang baru cukup sedikit dan rendah, kekuatan bagi perusahaan akan melemah dan justru menguatkan kekuatan pendatang baru.

contoh: misalnya pada bidang E money dimana begitu banyak pemain baru yang bermunculan. semakin sulit pemain baru untuk berkembang maka semakin menarik bisnis terrsebut, jika kita pemain baru maka analisis ini dapat digunakan untuk memetakan strategi dalam mengembangkan bisnis agar berkembang dan menjadi semakin besar.

3. Substitute products and services (produk dan layanan pengganti)
Dalam Five Forces Model Persaingan terhadap produk dihasilkan perusahaan tidak hanya berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama sehingga menimbulkan persaingan langsung(direct competition), melainkan bisa juga berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang memiliki kesamaan fungsi dengan produk yang dihasilkan perusahaan. Produk seperti itu dinamakan produk subsitusi (substitute products).

Contoh: Perusahaan bis yang melayani rute AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) tidak hanya menghadapi persaingan dari perusahaan bis lainnya, namun juga menghadapi persaingan dari moda transportasi lainnya seperti kereta api, perusahaan penerbangan, maupun perusahaan travel. Saat ini perusahaan otobis seperti Prima Jasa, Kramat Jati, dan sebagainya yang melayani rute Bandung-Jakarta saingannya tidak hanya maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan Bandung-Jakarta,tapi jua memperoleh saingan yang sangat berat dari berbagai perusahaan travel seperti Cipaganti, Baraya, dan lain-lain yang melayani rute yang sama.

4. Customers merupakan analisis tentang kekuatan pelanggan pada suatu bisnis atau industri. Daya tawar pelanggan dibutuhkan mengetahui kemampuan pelanggan dalam mempengaruhi atau menekan suatu bisnis. Dengan begitu, kita dapat memahami tingkat sensitivitas harga dari pelanggan. Pasar dengan potensi pelanggan yang rendah cenderung memiliki kendali yang relatif lebih kuat terhadap pasar.

Contohnya teh botol sosro, coca-cola dan banyak produk lainnya dengan memanfaatkan konsumen agar tidak berpaling dengan produk lainnya dengan memberikan harga yang bersaing, promosi dengan saat ini banyak iklan yang sangat kreatif, pemberian hadiah. dan coca cola pernah membuat kemasan yang mencantumkan nama nama konsumen dikemasan produknya, sehingga dapat meningkatkan brand engagement seolah produk tersebut dibuat khusus untuk mereka dan menjadi daya tawar konsumen yang sangat baik.

5. Suppliers, yaitu Supplier selaku pemasok bahan baku atau barang yang akan dijual perusahaan memiliki kekuatan tawar-menawar yang berbeda. Kemampuan supplier dalam menentukan syarat atau perjanjian kerjasama dengan perusahaan sangat berpengaruh bagi kekuatan masing-masing pihak.

Contohnya supplier obat-obatan untuk rumah sakit, pada umumnya punya tingkat konsentrasi tinggi. RS biasanya punya langganan kepada segelintir perusahaan farmasi tertentu. Dalam kasus ini, berarti bargaining power of supplier tinggi karena supplier terkonsentrasi pada sekian kecil saja.

Empat strategi umum untuk menghadapi kekuatan kompetitif dengan menggunakan TI :

1. Low-cost leadership
Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan.

2. Product differentiation.
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. Diferensiasi tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif, terutama jika produk-produk standar yang beredar telah (relatif) memenuhi kebutuhan konsumen atau jika kompetitor/pesaing dapat melakukan peniruan dengan cepat.

Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.

3. Focus on market niche
Dalam hal ini perusahaan menggunakan sistem informasi untuk memungkinkan fokus pasar tertentu dan melayani target pasar yang sempit ini lebih baik daripada pesaing. sistem informasi mendukung strategi ini dengan memproduksi dan menganalisis data untuk penjualan tersetel dan teknik pemasaran. Hilton Hotel menggunakan sistem informasi pelanggan dengan data rinci tentang tamu aktif untuk memberikan layanan yang disesuaikan dan pahala pelanggan yang menguntungkan dengan hak ekstra dan perhatian.

4. Strengthen customer and supplier intimacy adalah suatu sistem strategi penawaran untuk memahami pelanggannya, sistem ini bergantung pada pengetahuan pelanggan dan merupakan kebutuhan utama yang harus dilakukan dalam mencapai pelanggan.

contohnya Singapore Airlines yang dikenal dengan services excellence-nya yang memungkinkan pelanggannya begitu dekat dengan layanannya.

Categories
Uncategorized

Strategi Lima Kekuatan Kompetitif (Strategy Five competitive forces)

Nama : Meliya Alfiatul Rohma

NIM : 1803036027

Strategi Lima Kekuatan Kompetitif (Strategy Five competitive forces) :

1.Traditional competitors

Pada bagian ini akan ditelaah seberapa kuat persaingan di pasar dengan mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada dan apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasinya. Persaingan akan kuat dan tinggi bila banyak pesaing di sekitar dengan produk atau jasa yang serupa. Biasanya hal ini terjadi ketika industri sedang tumbuh dan konsumen dapat dengan mudah beralih ke penawaran pesaing dengan biaya rendah untuk mendapatkan suatu produk. Jumlah pesaing yang banyak akan menurunkan kekuatan perusahaan. Ini sangat berbanding terbalik bila jumlah pesaing dalam suatu pasar atau industri cukup jarang Kekuatan perusahaan pun akan semakin tinggi.

contoh: adidas dan nike brand yang sama sama mengeluarkan penjualan pakaian dan peralatan olahraga. Meski demikian, mereka memiliki masing masing keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen.

2.New market entrants

Bagian ini menjelaskan tentang seberapa sulit bagi pendatang baru atau new entrants untuk memasuki suatu pasar atau industri. Kekuatan perusahaan juga dipengaruhi oleh kekuatan pendatang baru. Kekuatan-kekuatan tersebut dipengaruhi oleh hambatan berupa biaya masuk, regulasi, kondisi ekonomi, hak paten, dan lainnya yang ada di sekitar. Bila hambatan bagi pendatang baru untuk memasuki pasar atau industri cukup banyak, kekuatan pendatang baru akan lemah dan kekuatan perusahaan akan kuat. Sedangkan ketika hambatan bagi pendatang baru cukup sedikit dan rendah, kekuatan bagi perusahaan akan melemah dan justru menguatkan kekuatan pendatang baru.

contoh: misalnya pada bidang E money dimana begitu banyak pemain baru yang bermunculan. semakin sulit pemain baru untuk berkembang maka semakin menarik bisnis terrsebut, jika kita pemain baru maka analisis ini dapat digunakan untuk memetakan strategi dalam mengembangkan bisnis agar berkembang dan menjadi semakin besar.

3. Substitute products and services (produk dan layanan pengganti)
Dalam Five Forces Model Persaingan terhadap produk dihasilkan perusahaan tidak hanya berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama sehingga menimbulkan persaingan langsung(direct competition), melainkan bisa juga berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang memiliki kesamaan fungsi dengan produk yang dihasilkan perusahaan. Produk seperti itu dinamakan produk subsitusi (substitute products).

Contoh: Perusahaan bis yang melayani rute AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) tidak hanya menghadapi persaingan dari perusahaan bis lainnya, namun juga menghadapi persaingan dari moda transportasi lainnya seperti kereta api, perusahaan penerbangan, maupun perusahaan travel. Saat ini perusahaan otobis seperti Prima Jasa, Kramat Jati, dan sebagainya yang melayani rute Bandung-Jakarta saingannya tidak hanya maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan Bandung-Jakarta,tapi jua memperoleh saingan yang sangat berat dari berbagai perusahaan travel seperti Cipaganti, Baraya, dan lain-lain yang melayani rute yang sama.

4. Customers merupakan analisis tentang kekuatan pelanggan pada suatu bisnis atau industri. Daya tawar pelanggan dibutuhkan mengetahui kemampuan pelanggan dalam mempengaruhi atau menekan suatu bisnis. Dengan begitu, kita dapat memahami tingkat sensitivitas harga dari pelanggan. Pasar dengan potensi pelanggan yang rendah cenderung memiliki kendali yang relatif lebih kuat terhadap pasar.

Contohnya teh botol sosro, coca-cola dan banyak produk lainnya dengan memanfaatkan konsumen agar tidak berpaling dengan produk lainnya dengan memberikan harga yang bersaing, promosi dengan saat ini banyak iklan yang sangat kreatif, pemberian hadiah. dan coca cola pernah membuat kemasan yang mencantumkan nama nama konsumen dikemasan produknya, sehingga dapat meningkatkan brand engagement seolah produk tersebut dibuat khusus untuk mereka dan menjadi daya tawar konsumen yang sangat baik.

5. Suppliers, yaitu Supplier selaku pemasok bahan baku atau barang yang akan dijual perusahaan memiliki kekuatan tawar-menawar yang berbeda. Kemampuan supplier dalam menentukan syarat atau perjanjian kerjasama dengan perusahaan sangat berpengaruh bagi kekuatan masing-masing pihak.

Contohnya supplier obat-obatan untuk rumah sakit, pada umumnya punya tingkat konsentrasi tinggi. RS biasanya punya langganan kepada segelintir perusahaan farmasi tertentu. Dalam kasus ini, berarti bargaining power of supplier tinggi karena supplier terkonsentrasi pada sekian kecil saja.

Empat strategi umum untuk menghadapi kekuatan kompetitif dengan menggunakan TI :

1. Low-cost leadership
Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan.

2. Product differentiation.
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. Diferensiasi tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif, terutama jika produk-produk standar yang beredar telah (relatif) memenuhi kebutuhan konsumen atau jika kompetitor/pesaing dapat melakukan peniruan dengan cepat.

Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.

3. Focus on market niche
Dalam hal ini perusahaan menggunakan sistem informasi untuk memungkinkan fokus pasar tertentu dan melayani target pasar yang sempit ini lebih baik daripada pesaing. sistem informasi mendukung strategi ini dengan memproduksi dan menganalisis data untuk penjualan tersetel dan teknik pemasaran. Hilton Hotel menggunakan sistem informasi pelanggan dengan data rinci tentang tamu aktif untuk memberikan layanan yang disesuaikan dan pahala pelanggan yang menguntungkan dengan hak ekstra dan perhatian.

4. Strengthen customer and supplier intimacy adalah suatu sistem strategi penawaran untuk memahami pelanggannya, sistem ini bergantung pada pengetahuan pelanggan dan merupakan kebutuhan utama yang harus dilakukan dalam mencapai pelanggan.

contohnya Singapore Airlines yang dikenal dengan services excellence-nya yang memungkinkan pelanggannya begitu dekat dengan layanannya.

Categories
Uncategorized

Sistem Informasi Manajemen

Meliya Alfiatul Rohma

1803036027

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Tugas Diskusi  SIM Ke-2

  1. Operational excellence adalah proses yang efektif dan efisien dalam pengembangan sumber daya, budaya dan cara berpikir.                     Contohnya : ada pipa air yang tersumbat dan karyawan langsung tahu untuk membuka sumbatan tersebut sehingga air dapat terus mengalir. Hal ini dilakukan tanpa keterlibatan manajemen sehingga dengan demikian karyawan menciptakan dan mempertahankan aliran yang ramping (lean), sementara manajemen berfokus pada pertumbuhan bisnis. Waktu dari tim manajemen tidak akan habis untuk operasional.
  2. New Product, services, and business models (produk, layanan, dan model bisnis baru) merupakan usaha menciptakan produk dan layanan baru adapun untuk model bisnis baru yaitu cara perusahaan dalam memproduksi, mengirim, menjual produk dengan menggunakan teknologi informasi ataupun jasa untuk memperoleh keuntungan.                                                                            Contoh: strategi pengembangan beberapa produk baru di perusahaan Apple – iMac, iphone dan ipad. disamping itu, perusahaan ini juga melakukan uji coba terhadap produk barunya dan melakukan desain ulang untuk hasil produk yang membanggakan.
  3. Customer and Supplier Intimacy
    Peggunaan sistem informasi untuk mengembangkan ikatan dan loyalitas yang kuat antara pelanggan dan pemasok. Ketika bisnis benar-benar mengenal pelanggannya, dan melayani mereka dengan baik, maka pelanggan pada umumnya akan merespons dengan baik dan membeli lebih banyak. Ini dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan.. Dimana dalam bisnis semakin bisnis melibatkan pemasoknya, maka semakin baik pemasok dapat memberikan masukan penting
    Contoh : Sistem informasi JCPenney menghubungkan catatan penjualan sehingga pabrikan dapat segera mengetahui berapa banyak kemeja pengganti yang akan dibuat, gaya, warna, dan ukuran yang dibutuhkan. Dengan kata lain, biaya penyimpanan kemeja untuk JCPenney mendekati nol.
  4. Improved decision making
    Pengambilan Keputusan atau Decision Making adalah suatu proses pemikiran dalam pemilihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi kedepan.
    Contohnya melakukan seleksi berdasarkan pilihan yang tersedia, menilai bukti-bukti yang telah terkumpul, dan mempertimbangkan nilai-nilai pribadi yang dimiliki oleh para siswa. Proses berpikir seperti ini dikenal sebagai proses pengambilan keputusan (decision making).
  5. Competitive advantage adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.                                                            Contohnya persaingan antara Gojek dan Grab yang selalu memberikan terbaik untuk konsumen.
  6. Survival yaitu bisnis dibangun untuk dapat tetap bertahan dan meraih keuntungan, badan usaha melakukan investasi pada sistem informasi dan teknologi. Terkadang, investasi ini diperlukan karena dorongan perubahan industri.                                                            Contohnya, saat salah satu bank terkemuka memperkenalkan kepada masyarakat suatu sistem baru yang disebut internet banking dan mobile banking , bank lain dengan segera ikut mengikut sebelum tertinggal dengan bank tersebut dan kehilangan pelanggannya.
Categories
Uncategorized

Sistem Informasi Manajemen

Meliya Alfiatul Rohma

1803036027

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Sistem Informasi Manajemen

Jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegritasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstren) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.

Fungsi dan Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Ada beberapa manfaat sistem
informasi manajemen. Antara lain
sebagai berikut.

  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis
  • Meningkatkan aksesbilitas data yang ada secara akurat dan tepat waktu bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara
  • sistem informasi Mengidentifikasi kebutuhan- kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

Sebuah sistem informasi manajemen dirancang agar memiliki fungsi-fungsi yang dapat menunjang kinerja sebuah organisasi, institut, atau perusahaan. Secara lebih detail, SIM memiliki fungsi untuk:

  • Membantu dalam proses pengambilan keputusan
  • Membantu dala menentukan suatu masalah
  • Membantu dalam hal membandingkan kinerja bisnis
  • Membantu dalam hal koordinasi antar departemen

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Beberapa contoh kongkrit
penerapan sistem informasi
manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Enterprise Resource Planning
    (ERP)
    Sistem ERP ini biasanya
    digunakan oleh sejumlah
    perusahaan besar dalam mengelola
    manajemen dan melakukan
    pengawasan yang saling terintegrasi
    terhadap unit bidang kerja
    Keuangan, Accounting, Sumber
    Daya Manusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan
    Persediaan.
  2. Transaction Processing System
    (TPS)
    TPS ini berguna untuk proses
    data dalam jumlah yang besar
    dengan transaksi bisnis yang rutin.
    Program ini biasa diaplikasikan
    untuk manajemen gaji dan
    inventaris. Contohnya adalah
    aplikasi yang digunakan untuk
    Bantuan Keuangan Desa Pemprov
    Jawa Timur.

 

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to Blog UIN Walisongo Semarang . This is your first post. Edit or delete it, then start writing!